Kakain Desa Warnnana Uthawi : Negara Krtagama adalah sebuah karya sejarah monumental yang mendeskripsikan masa keemasan Kerjaan Majapahit, yakni pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang Bergelar Raja Rajasa Nagara. Saat Hayam Wuruk yang Berkuasa pada belahan kedua abad ke-14, dianggap sebagai titisan Bhatara Hyang Giri Natha (bhatara siwa) yang bertugas menentramkan dan menyejahterakan raky…
Indonesia : negeri seribu raja adalah sebuah perjalan sejarah dari Nusantara yang dimulai dari berdirinya kerjaan Hindu pertama di Kutai, Kalimantan Timur pada abad ke-5, sampai dengan kemegahan kesultanan-kesultanan Islam mulai dari abad ke-13. Terpesona oleh wilayah yang kaya akan tradisi budaya dan peninggalan-peninggalan para leluhur kita, sebuah tim yang terdiri para penulis dan fotografe…
judul asli: Old city, new city...
Judul asli : An age in motion : popular radicalism... 3eks
Buku 30 tahun Indonesia Merdeka jilid 1 berisi tentang perjuangan bangsa Indonesia dari tahun 1945 - 1955, setelah sekian lama terbelenggu dalam penjajahan, pada tanggal 17 Agustus 1945 rakyat Indonesia dengan PROKLAMASI menyatakan dirinya bangsa yang merdeka. Proklamasi kemerdekaan Indonesia itu dilakukan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia. Buku ini Juga beris…
Buku 30 tahun Indonesia Merdeka jilid 1 berisi tentang perjuangan bangsa Indonesia dari tahun 1945 - 1955, setelah sekian lama terbelenggu dalam penjajahan, pada tanggal 17 Agustus 1945 rakyat Indonesia dengan PROKLAMASI menyatakan dirinya bangsa yang merdeka. Proklamasi kemerdekaan Indonesia itu dilakukan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia. Buku ini Juga beris…
Maulwi Saelan digembleng dan didewasakan oleh revolusi fisik sejak 1945. Pengalaman pertamanya bertempur, memimpin teman-temannya pemuda pelajar Makassar gempur Hotel Impress uang dijadikan markas besar Nica, hanya dengan menggunakan senjata tradisional. Berangsur-angsur mereka berhasil merebut senjata dari serdadu Belanda
Buku ini menunjukkan tiga materi : 1. Hari-hari yang panjang, 2. transisi orde lama ke orde baru, 3. Memoar Dr. sulastomo. Yang lebih penting dicatat dari buku ini adalah ajakan belajar dari masa lalu untuk melihat masa depan. Bagaimana transisi orde lama ke orde baru itu terjadi sebuah peristiwa besar bagi bangsa ini, tidak saja dari aspek politik, tetapi juga ideologi dan ekonomi.
Buku Dibawah Bendera Revolusi berisi pemikiran dan pidato Sang Proklamator, Presiden pertama kita Ir. Soekarno. Buku yang merupakan edisi pertama cetakan tahun 1964 ini menghimpun tulisan-tulisan Bung Karno dalam masa revolusi menuju Indonesia merdeka. Dalam tulisannya berjudul Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme, terlihat tiga konsep yang mewarnai gaya kepemimpinannya sebelum akhirnya lengse…
Buku Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785–1855) karya sejarawan Peter Carey mengulas secara mendalam sosok Pangeran Diponegoro sebagai tokoh sentral Perang Jawa (1825–1830) dan salah satu figur terpenting dalam sejarah Indonesia abad ke-19. Berdasarkan penelitian panjang dan disertasi akademik, buku ini menghadirkan biografi yang kaya, kritis, dan inspiratif, sekaligus mengangkat kemba…
This volume investigates the religion and rituals of Indonesian society. From the early Austronesian inhabitants to the modern day, it presents an all-encompassing study of daily life in Indonesia.
A detailed look at Indonesia's traditions in art. From folk art to indigenous craft forms, from modern artists to artists of the colonial period, this volume shows how Indonesian art has developed into an important contributor to the art world.
Dalam Pembalasan Dendam Diponegoro, Martin Bossenbroek menyampaikan kisah besar tentang awal dan akhir Hindia Belanda yang penuh kekerasan, sesuai dengan yang dialami tokoh-tokoh pemeran utama dari kedua belah pihak. Martin Bossenbroek mengisahkan secara menarik dua episode dalam sejarah kolonial Belanda di Hindia Belanda. Episode pertama yang dilukiskannya adalah perang besar “Perang Jawa”…
Pembunuhan massal anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965-1966 merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Diperkirakan 78.000-500.000 orang telah dibantai dalam kurun waktu itu. Bahkan, beberapa sarjana memperkirakan jumlah korban mencapai satu juta orang. Ironisnya, sedikit sekali penelitian yang secara khusus membahas peristiwa tersebut. Hermawan Sulistyo, penulis bu…