Siapakah cinta pertama dan terakhir dari Bung Karno? Pada usia berapa Bung Karno menikah? Benarkah Bung Karno pernah dimarahi seorang Belanda karena mencari anaknya? Seperti apa hubungan cinta Bung Karno dengan Ibu kosnya yang waktu itu masih istri orang? Mengapa Bung Karno menerima pernikahan gantung dengan seseorang yang tidak ia cintai? Bagaimana cara Bung Karno menaklukkan wanita-wanita c…
Buku ini adalah hasil studi tentang tempat seorang pemimpin politik di Indonesia dengan basis kekuatan (politik) yang unik dan nonkonvensional: ilmu pengetahuan dan teknologi dengan munculnya basis kekuatan politik pada diri seseorang. Sesuai dengan itu, maka tujuan utama karya ini adalah mengelaborasi penjelasan hubungan kausal antara kedua variabel di atas. Dengan demikian, apa yang diharapka…
Kehadiran B.J. Habibie di panggung politik nasional bisa dianggap sebagai terobosan, bahkan sebuah “kelainan” dari kebiasaan karier politik para pemimpin negeri ini. Karena “kelainan” ini pulalah, kebijakan-kebijakan Habibie memiliki kekhasan tersendiri, yakni lebih bertumpu pada upaya mencari penyelesaian masalah ke akar-akarnya melalui kemampuan teknis dan visi yang komprehensif, seba…
: Buku ini menyajikan kisah tiga tahun pertama masa kepresidenan Donald Trump. Buku ini disusun berdasarkan episode konflik tertentu dalam pemerintahan Trump, dengan judul bab yang mencakup "Unhinged", "Shocking the Conscience", dan "Paranoia and Pandemonium". Dalam episode lain, Trump dilaporkan mencoba untuk membatalkan Undang-Undang Praktik Korupsi Luar Negeri , dengan mengatakan bahwa "sang…
Membaca buku ini menyadarkan kita akan pentingnya melakukan refleksi terhadap pemilu yang akan datang. Sebagai pemilih harus memahami siapa calon presiden dan wakilnya, visi-misi yang diusung serta track record calon tersebut. Buku ini menghadirkan porsi bahasan yang cukup menarik terkait pilpres 2024 di Amerika Serikat dan Pilpres 2024 di Indonesia. Buku ini mengantarkan pembaca pada pemahaman…
Joko Widodo alias Jokowi adalah sosok fenomenal. Ia masih muda. Usianya belum genap 53 tahun (saat buku ini ditulis). Jokowi terpilih sebagai Walikota Solo hingga dua kali periode (2005-2010) dan (2010-2015). Dan belum genap memimpin untuk periode kedua, ia sudah dipercaya warga ibukota untuk mengelola Jakarta. Jadilah ia sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 20 Septe…
Untuk kali pertama dalam sejarah Republik Indonesia, rakyat berhak memilih langsung presiden dan wakil presiden yang akan membentuk pemerintahan bangsa ini pada tahun 2004-2009. Ada beberapa kriteria atau kualifikasi bagi pemerintahan dan pemerintahan yang baik, separti bersih tidak bersalah guna, terbuka atau transparan, dipertanggung jawabkan, partisifatif, efektif dan efisien. Pemerintahan d…
Banyak peristiwa terjadi di Indonesia yang menjadi topik pemberitaan dan menyita perhatian publik. Topik-topik ini harus dikelola dan diolah dengan bijaksana dan hati-hati oleh pihak lstana Kepresidenan, agar dapat diantisipasi dan akhirnya disajikan kepada khalayak sebagai narasi positif. Topik yang diangkat oleh penulis dalam buku ini sangat beragam. Mulai dari masalah tenaga kerja asing, uta…
Buku ini memfokuskan pada aspek transformasi sistem pemilihan presiden pascareformasi: dinamika pertanggungjawaban dan pemberhentian, pada dasarnya bertitik tolak daripersoalan implikasi perubahan sistem pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsungterhadap pertanggungjawaban Presiden dan Wakil Presiden. Kemudian di sisi lain, muncul jugapermasalahan mengenai dampak perubahan sistem pem…
tentang peran K.H. Ma'ruf Amin sebagai seorang kiai yang menjadi Wakil Presiden, serta interaksi dan mandat kiai dalam kekuasaan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dengan fokus pada penanganan pandemi, pembangunan kesejahteraan, pengembangan ekonomi syariah, dan reformasi birokrasi
Menjaga Presiden ke-7 Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, sebagai Komandan Group A Pasukan Pengamanan Presiden atau Dangrup A Paspampres sejak 5 Februari 2016 hingga 12 Januari 2018, bukan perkara mudah. Boleh saya bilang, susah-susah gampang dan gampang-gampang susah. Dengan karakternya yang bertipe pekerja keras, merakyat, dan selalu mengedepankan interaksi langsung dengan masyarakat, Pre…
Reformasi Mei 1998 tidak hanya mengakhiri otoritarianisme rezim Orde Baru. Lebih daripada itu, peristiwa tersebut menandai lahirnya realitas politik yang lebih demokratis di Indonesia. Proses demokratisasi ini kemudian memicu dilakukannya berbagai macam studi yang berfokus pada, misalnya, pemilihan umum dalam kaitannya dengan kelas sosial. Tidak hanya berhasil mengklasifikasikan empat kelas …
Buku ini menjadi bukti betapa pentingnya mengetahui dan mendalami kekuasaan yang dimiliki presiden. Tidak hanya Indonesia, Dr. Abdul Ghoffar juga menelisik kekuasaan presiden di 14 negara. Bahkan dalam salah satu bab buku ini, penulis pun menelaah 50 konstitusi di dunia terkait dengan mekanisme pengisisan kekosongan jabatan presiden.
Pemilu 2014 sudah di depan mata. Genderang perang telah ditabuh. Dana triliunan rupiah dipertaruhkan. Inilah pertandingan politik yang paling seru. Kemunculan sejumlah gejala elektoral baru: merebaknya fenomena “emoh partai” atau deparpolisasi, semakin kencangnya perang media, dan semakin besarnya proporsi pemilih mengambang (swing voters) menjadikan pertandingan politik ini semakin ditungg…
Dengan berbagai aib yang dilakukan oleh lebih dari 40 Presiden, mulai dari pertikaian seksual, perdagangan gelap, penyadapan terhadap pihak oposisi hingga kebohongan CIA, buku ini membuka perbuatan kotor yang dilakukan di balik tembok Gedung Putih. Selain itu, buku ini pun sekaligus menyampaikan kisah-kisah kemajuan sebuah bangsa: sejak masa anti monarki pasca Revolusi dan perbudakan, hingga p…
Kepemimpinan tercermin dari komunikasi dan pengaruh yang ditimbulkan pada audiens. Begitu pula komunikasi politik para presiden. Efektif atau tidaknya komunikasi mereka, langsung berdampak pada kepemimpinan dan citra diri mereka. Buku ini menguak komunikasi politik dan kepemimpinan enam presiden Indonesia, mulai dari Bung Karno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati samapi SBY.