Lewat biografi ini kita dapat memahami bahwa sefundamental apapun sebuah wawasan zaman ternyata tak luput dari kontradiksi: satu sisi Lulofs memahami benar mengapa Cut Nyak Din melawan, untuk itu dia menunjukkan penghargaannya dengan gambaran heroisme dan keberanian Din. Di sisi lain dengan begitu justru kegemilangan penaklukan kolonialisme Belanda di Aceh mencuat. tapi dalam kontradiksi itulah…
buku ini berusaha memaparkan sekaligus mendokumentasikan berbagai kebijakan dan program nreformasi pendidikan dasar menengah yang dilakukan pak indra selama menjabat sebagai dirjen dikdasmen, sejak mei 1998 sampai pertengahan 2005.
Disini dicoba untuk mengajukan argument dan pandangan mengenai metode dan cara berkampanye untuk dapat memenangkan persaingan politik. Bukan hanya semasa pemilu, melainkan dapat memenangkan persaingan politik.
Buku ini memuat tiga hal pokok, yaitu pertama dampak ekonomi, sosial dan politik tsunami, kedua, pengalaman empirik anggota DPR yang tergabung dalam tim pengawas penanggulangan bencana, ketiga, rancangan undang-undang penanggulangan bencana. Diantara curahan pemikiran yang dituangkan dalam buku ini termasuk kritik terhadap kinerja BRR dalam melaksanakan rekonstruksi yang tidak sesuai dengan c…
Buku ini mengulas kiprah Tjokorde Gde Rake Soekawati sebagai tokoh nasional asal Bali yang memiliki perspektif multikultural dan kontribusi luas bagi bangsa. Selain perannya di bidang politik sebagai Presiden Negara Indonesia Timur (NIT), Tjokorde Gde Rake Soekawati juga berperan penting dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali. Kontribusinya turut meletakkan fondasi awal bagi berkem…
Kerajaan Aceh pada dekade 1607-1636 masa pemerintahan Iskandar Muda, merupakan masa puncak kejayaannya. Aceh merupakan tempat pertemuan para pedagan Barat dan Timur. Letak Aceh yang begitu strategis sehingga memudahkan para pedagang kapal untuk singgah berlabuh dan berniaga. Pada dasarnya rakyat
Pertempuran Indonesia melawan sekutu di Surabaya, yang mencapai puncaknya yang tragis pada 10 November 1945. Peristiwa ini dikenang sebagai kisah kepahlawanan dan kemudian diperingti sebagai hari pahlawan. Peristiwa ke dua adalah tragedi nasional peristiwa Madiun 19 September 1948. Peristiwa Madiun dikisahkan sebagai pemberontakan dan petualangan.