Perpustakaan DPR RI

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pengantar Falsafah Bhinneka Tunggal Ika
Penanda Bagikan

Text

Pengantar Falsafah Bhinneka Tunggal Ika

Teguh Handoko Susilo - Nama Orang;

Prinsip Bhinneka Tunggal Ika bukanlah milik bangsa Indonesia saja, tetapi juga dimiliki oleh semua bangsa di dunia karena fakta sosial menunjukkan bahwa tidak ada satu pun bangsa di dunia ini yang hanya terdiri dari warga negara yang berasal dari satu suku/ras saja atau satu agama saja. Fakta sosial ini pulalah yang mendorong berkembangnya faham toleransi di dalam demokrasi yang melahirkan konsep bangsa. Bangsa adalah sekumpulan orang yang bersatu meskipun berbeda dalam banyak hal. Perbedaan tersebut tidak membuat orang bermusuhan. Namun, keberhasilan demokrasi dan negara-bangsa ditentukan oleh kemampuan warganya untuk mengembangkan toleransi dan persatuan di antara mereka.

Tentu saja Bhinneka Tunggal Ika mempunyai hubungan yang erat dengan Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Kelahiran Pancasila disebabkan antara lain oleh adanya kesadaran bahwa masyarakat yang tinggal di kepulauan Nusantara adalah masyarakat majemuk (plural) yang hanya bisa kuat kalau mereka bersatu. Pentingnya persatuan ini kemudian ditunjukkan dengan dimasukkannya Persatuan Indonesia sebagai salah satu sila Pancasila. Kita juga sudah mengalami bahwa Pancasila telah mampu menjadi alat pemersatu bangsa bila terancam oleh perpecahan berupa separatisme dan kudeta.

Pancasila adalah sebuah ideologi milik bangsa Indonesia yang sudah didukung oleh konsensus nasional. Namun masih banyak yang harus dilakukan untuk membuat Pancasila sebagai ideologi yang operasional, dalam arti bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di bidang-bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya sehingga terlihat perbedaan antara negara Pancasila dengan yang bukan negara Pancasila. Hal ini adalah tantangan bangsa Indonesia ke depan bila kita ingin mewujudkan Pancasila secara nyata, tidak hanya slogan.

Dalam pola pikir seperti itu, sumbangan pemikiran yang berasal dari masyarakat untuk menjabarkan dan mewujudkan Pancasila secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara patut disambut baik. Buku ini dapat dianggap sebagai salah satu sumbangan pemikiran dari warga masyarakat yang dilakukan secara sukarela dan mandiri. Sebuah ideologi harus berkembang dari bawah (masyarakat) sehingga ideologi itu bisa sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat bersangkutan. Ide Bung Karno tentang Pancasila yang digali dari bumi pertiwi Indonesia harus dijadikan pedoman dalam mengembangkan Pancasila.

Buku ini dapat dianggap sebagai titik awal dari usaha mengem bangkan nilai-nilai Pancasila.

Pemerintah Indonesia seharusnya mendorong masyarakat, termasuk dunia akademis, untuk mendiskusikan nilai-nilai Pancasila dan penerapannya di dalam masyarakat. Penelitian, penulisan, dan diskusi tentang Pancasila perlu dikembangkan sehingga terbentuk ideologi Pancasila sebagai pedoman bagi bangsa Indonesia dalam bertindak. Oleh karena itu perlu dikembangan wacana piblik (public discourse) untuk mencari nilai-nilai Pancasila yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Buku ini memang ditulis dalam bentuk paragraf-paragraf pendek (juga ada yang panjang) yang sarat dengan nilai-nilai filosofis. Memang bisa saja terjadi perbedaan pendapat dengan pembaca tentang isi yang ditulis dalam buku ini. Hal ini harus dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Justru disitulah arti penting sebuah tulisan agar bisa menghasilkan wacana publik dengan munculnya pemikiran-pemikiran baru yang memperkaya gagasan-gagasan yang sudah ada.


Ketersediaan
#
Koleksi Umum - Perpustakaan DPR RI 320.5 SUS p
13208004
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
320.5 SUS p
Penerbit
Bogor : Halaman Moeka Publishing., 2020
Deskripsi Fisik
xviii , 182 hlm; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-269-378-9
Klasifikasi
320.5
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Ideologi negara
Bhinneka Tunggal Ika
Filsafat Kebangsaan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan DPR RI
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?