Text
Arus Cina-Islam-Jawa: Bongkar Sejarah atas Peranan Tionghoa dalam Penyebaran Agama Islam di Nusantara Abad XV & XVI
Buku ini adalah kajian penting yang menawarkan perspektif baru dalam sejarah Islam Indonesia, menempatkan Tionghoa bukan hanya sebagai pedagang, tapi sebagai kekuatan kultural dan religius yang integral dalam pembentukan identitas Islam Jawa, terutama pada masa awal penyebaran di Nusantara. Arus Cina-Islam-Jawa karya Sumanto Al Qurtuby mengulas peran vital komunitas Tionghoa Muslim dalam dakwah Islam di Jawa abad 15-16, membongkar peran historis mereka yang sering terabaikan melalui bukti seperti arsitektur masjid, silsilah raja Demak (Raden Patah yang keturunan Tionghoa), dan catatan sejarah, menegaskan Islam datang lebih awal dan disebarkan secara signifikan oleh jalur Tiongkok, bukan hanya dari Arab atau Persia. Poin-Poin Utama Buku:
Mengkritisi Teori Umum: Menantang narasi dominan tentang masuknya Islam ke Nusantara hanya melalui Gujarat atau Persia, dengan menyoroti peran sentral pedagang dan komunitas Tionghoa Muslim sejak abad 10-11.
Bukti-Bukti Historis: Membahas temuan arkeologis dan tekstual seperti:
Catatan Dinasti Tang yang menyebut adanya pemukiman Muslim di pesisir Tiongkok (Kanton, Quanzhou).
Keterkaitan antara penguasa Demak (Raja Demak pertama, Raden Patah) yang diyakini memiliki darah Tionghoa.
Penggunaan gelar raja-raja Demak dengan istilah Tiongkok.
Masjid-masjid kuno di Jawa yang memiliki corak arsitektur Tiongkok.
Fokus pada Jawa (Abad XV-XVI): Secara spesifik mengupas bagaimana etnis Tionghoa Muslim menjadi agen penyebaran Islam yang kuat di Jawa, memanfaatkan jalur perdagangan maritim.
Tokoh-Tokoh Penting: Menggali peran tokoh-tokoh Tionghoa Muslim yang berperan dalam pendirian kesultanan-kesultanan Islam di pesisir Jawa.
Tidak tersedia versi lain