Mendirikan partai politik adalah hak setiap warga negara. Hanya saja demokrasi membutuhkan substansi: harus berorientasi bagi kesejahteraan rakyat. Buku berjudul “ Menata Partai Politik” berusaha ingin memperlihatkan bahwa kenyataan politik kita di tanah air masih menghadapi berbagai permasalahan. Di antaranya: tidak berfungsinya partai sebagai sarana komunikasi politik, sosialisasi politik…
Konflik berulang antara lain disebabkan panjangnya antrian regenerasi di Golkar. Regenerasi seolah mampat. Golkar Diharapkan jadi role model rumah persemaian kader calon pemimpin. Karena itu, Golkar harus mampu menciptakan kontestasi/kompetisi dengan memberikan peluang dan akses yang sama untuk kader-kader terbaik.
When parliament first appeared as an innovative political institution, it was to solve a simple bargaining problem. Rich constituents would bargain with the king to determind how much they wished to pay for services granted them by the king.
Sebuah gejala yang menarik sedang terjadi di Indonesia. Banyak yang mengatakan sebagai eforia politik, ada juga yang menyebutnya “aji mumpung” atau anggapan-anggapan lainnya. Yang pasti, faktanya memperlihatkan bahwa sejak gerakan reformasi berhasil menggulingkan Orde Baru dan perpolitikan di Indonesia beralih kembali menganut system multipartai, banyak sekali partai baru yang bermunculan. …
This book examinies the behaviorof political parties in situations where they experince conflict between two or more important objectives. The volume offers a theoretical introduction and case studies of party leaders in Germany, Italy, France, and Spain, as well as six small European democracies.