Buku ini membahas pentingnya keterwakilan perempuan di parlemen dan sistem yang mendukung pelibatan perempuan di luar parlemen. Sistem politik negara dalam mengatur kebijakan kuota perempuan di parlemen dan sistem pemilu serta rekrutmen kandidat perempuan dalam partai politik juga dibahas dalam buku ini. Termasuk sistem patriarki yang menjadi hambatan perempuan dalam partisipasi politik, geraka…
Buku ini membahas posisi perempuan dan anak dalam sistem hukum dan persidangan di Indonesia, menyoroti akses keadilan, perlindungan hukum, serta praktik peradilan yang sensitif terhadap kelompok rentan.
Buku ini merupakan sebuah karya yang penting terkait isu-isu global care , menawarkan gagasan yang menarik, keterlibatan pesantren dalam mengasuh dan mendidik merupakan langkah yang solutif. Tenaga Kerja Indonesia Perempuan (TKIP) ke luar negeri sebagai pekerja rumah tangga termasuk merawat anak, dialami oleh sejumlah negara lain, merupakan fenomena global care chain. Dalam fenomena tersebut ad…
International Day of Rural Woman pertama kali diperingati 15 Oktober 2008, setelah ditetapkan Majelis Umum PBB dalam resolusi 62/136, 18 Desember 2007. Resolusi mengakui kontribusi perempuan desa, termasuk perempuan adat, dalam pembangunan pertanian dan perdesaaan, meningkatkan ketahanan pangan, serta memberantas kemiskinan perdesaan. Karena relevan bagi perempuan desa di Indonesia, Menteri …
Buku ini menghimpun surat-surat dan catatan Kartini periode 1898–1904 yang merefleksikan pemikiran, perjuangan emansipasi perempuan, pendidikan, dan kondisi sosial budaya Indonesia pada masa kolonial Belanda.
Buku ini membahas secara mendalam isu perkawinan anak di Indonesia, khususnya dampaknya terhadap anak perempuan. Melalui kisah dan data dari berbagai wilayah, buku ini mengungkap faktor-faktor penyebab seperti kemiskinan, kehamilan remaja, kekerasan dalam pacaran, norma adat, dan praktik kawin lari. Perkawinan anak menyebabkan hilangnya peluang pendidikan, meningkatnya risiko kematian ibu dan b…
Buku Relasi Gender Di Parlemen Sejak berkembangnya konsep kesetaraan dan keadilan dalam relasi gender, perempuan didorong untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan pembangunan negara-bangsa saat ini. Jika selama ini bidang politik sama dengan dunia laki-laki, namun selama dua dekade terakhir, perempuan memiliki kesempatan yang sama. Berbagai hambatan yang dihadapi perempuan dalam memasuki polit…
“Reformasi 1998 tidak hanya melakukan perubahan pergantian presiden dan pemerintahan an sich, namun juga perubahan pada kesempatan dan pengakuan perempuan dalam bidang politik dan hukum di Indonesia. Jika di era orde baru sangat sulit menemukan kepala daerah perempuan, maka semenjak pilkada serentak dari tahun 2015-2018 setidaknya sudah ada 39 kepala daerah dan wakil kepala daerah perempuan …
Jurnalis perempuan yang diterjunkan ke wilayah konflik tidak cukup hanya bermodalkan keahlian jurnalistik yang mumpuni. Mereka dituntut memiliki kemampuan ekstra, seperti cermat menyimak untuk mencatat fakta dan kebenaran, bijak dalam melakukan pendekatan, memiliki nyali, keberanian, dan tetap mawas diri.Mereka juga dituntut memiliki mental baja saat berhadapan dengan aneka kesulitan dan bahaya…
Kekerasan seksual merupakan salah satu bentuk kekerasan berbasis gender (gender based violence) yang didefinisikan sebagai tindakan yang menimbulkan kerusakan atau penderitaan fisik, seksual atau psikologis; termasuk ancaman dengan tindakan tertentu, pemaksaan, dan berbagai perampasan kebebasan. Kekerasan seksual tidak hanya dapat berupa kekerasan langsung/fisik, melainkan juga dapat berupa kek…
MARIA ULFAH atau yang biasa dipanggil "Itje", merupakan sosok menteri perempuan pertama di Indonesia yang bertugas sejak 12 Maret 1946, di masa pemerintahan Kabinet Sjahrir II. Maria Ulfah adalah salah satu tokoh perempuan di Indonesia yang memiliki kontribusi besar daiam perjuangannya membela hak-hak perempuan. Dia adalah anggota Komisi Rancangan Peraturan Perkawinan sebagai cikal bakai lahirn…
Kajian terhadap isi-isi perempuan dan feminisme dalam ranah akademik di Indonesia sudah berlangsung sejak pertengahan tahun1980-an, dengan munculnya berbagai perkuliahan mengenai isi perempuan dalam berbagai disiplin ilmu di Universitas. Masa ini menandai babak baru sejarah masuk dan berkembangnya studi perempuan di dunia akademik.
Berisi hasil penelitian mengenai bagaimanakah budaya hokum dan sub budaya hokum masyarakat batak toba pada umumnya, yang tidak menempatkan perempuan sebagai ahli waris dengan berbagai dampaknya bagi perempuan.
Kisah-kisah dalam buku ini merupakan suara-suara dari dunia paling sunyi para perempuan yang paling dilecehkan. Dikemukanan ratusan remaja putri belia dan perempuan muda yang menjadi budak-budak seks, pelacur dipaksa masuk ke dunia pelacuran.
This book examines cultural complexities og gender by focusing on gender politics in Asia, with studies from china, Japan, Singapore, the Philippines, Thailand and Malaysia. It is a comprehensive volume that examines multiple aspects of gender politics and brings interdisiplinary approaches of inquiry based on in-depth empirical data.
The ability of a small eliteof highly educated, upper-class Asian women to obtain the hightest political position in their country is unmatched elsewhere in the world and deserves study.