Pada peringatan Hari Kartini Tahun 2021, Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan sayembara puisi bertemakan: Peran Kartini Masa Kini dalam Meningkatkan Budaya Literasi. Puisi menjadi sarana komunikasi berkelanjutan untuk mengembangkan pemikiran - pemikiran Kartini yang relevan dalam peningkatan budaya literasi masa kini. Hasil pemenang Sayembara Puisi Kartini mencerminkan pemikiran dan peran …
Ada saatnya aku menjadi kuat, ada saatnya aku menjadi lelah. Ada saatnya aku menjadi keduanya, ada saatnya aku tidak menjadi keduanya. Bukankah terkadang sulit untuk mengingat, bahwa diri ini masih manusia. Sebelum kita mengenal dunia, apa yang kita kenali lebih dulu? Siapa yang mengenal kita lebih dulu? Sebelum kita benar-benar menjadi manusia, siapa kita yang terdahulu? Aku mengira, m…
Bagi yang lama sendiri sebab hatinya pernah patah, bisa menyukai kembali adalah suatu anugerah. Karena salah satu ketakutan dari hari-hari setelah ditinggalkan adalah kepastian akankah hati terbuka kembali setalah remuk yang terlalu mengunci. Ragu adalah rantainya, luka sebagai pakunya, melingkar menjadi pagar dengan sunyi sebagai liat perekat seluruh sekat hingga berkarat. Hidup laksana biangl…
Cara kerja waktu sudah jelas semua akan berlalu mau seberapa kencang jari mencengkeram kesedihan akan berlalu Kebahagiaan juga. Berisi kumpulan puisi pendek dengan tema self growth; tentang kehidupan dan (bagaimana) menjadi manusia. Buku Alegori ini berisi puisi-puisi yang mengambil tema kehidupan dan (bagaimana) menjadi seorang manusia. Lalu terdiri dari 3 babak mengenai kehidupan dan makna me…
masalah serupa perekat mengumpulkan kita yang terserak menyatukan mozaik yang terpisah mendudukkan mereka yang enggan bersanding cara memandang mampu ubah ukuran cara belajar bisa ganti anggapan atas harapan kita dedaunan diterbanglayangkan angin takdir kerelaan adalah obat atas demam ingin dan mimpi jadi tak mengapa jika luka berulang datang masih ada senyum yang sanggup melupakannya jadi tak …
Bayangkanlah air yang mengalir bebas dari sumbernya di pegunungan tanpa tersekat bendungan. Demikianlah karya-karya di dalam Air Kejujuran ini. Seperti air, puisi-puisi Sindhunata tidak hanya mengalir melewati tempat yang indah, terang, dan bersih. Seperti air, karya-karyanya juga melintasi sudut-sudut yang kotor dan gelap. Menumpahkan kata-kata sebagai air kejujuran, itulah kehendak Penulis di…
Inilah buku pertama yang memuat puisi-puisi mbeling karya Remy Sylado, pencetus gerakan puisi mbeling, dari 1971 sampai 2003.Dipilih sendiri oleh sang penyair, 143 puisi dalam buku ini akan membuat kita tersenyum, tertawa terbahak-bahak, atau merenung. Namun jangan salah sangka, di dalam kelakarnya Remy serius. Dia menelanjangi sikap feodal dan munafik masyarakat kita, terutama di kalangan pemi…
Buku ini merupakan kumpulan puisi yang indah dan penuh makna tentang kehidupan. Dengan diksi dan frasa yang indah, penulis mengungkapkan dinamika kehidupan. Puisi-puisi dalam buku ini dilengkapi ilustrasi yang melengkapi pemaknaan setiap puisinya. Membaca buku ini akan memperkaya pemahaman Anda tentang nilai-nilai hidup. Natasha Rizki sebelumnya telah menelurkan karya puisi juga yang berjudul "…
Membaca kumpulan puisi Tiga Menguak Takdir, membawa kita menyelami pemikiran dan perasaan Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani. Walaupun ketiganya datang dari latar belakang yang berbeda, pemikiran dan perasaan mereka menyatu demi mencapai suatu cita-cita. Seperti yang dikatakan Asrul Sani dalam pendahuluan buku ini, “Perdekatan ini tak berarti menuruti salah satu garis atau garis dari s…
Tidak mengherankan apabila Sjuman Djaya tertarik untuk menulis sebuah skenario tentang hidup Chairil Anwar. Ia mengangga bahwa setiap kenengan akan kehadiran sang penyair dan setiap pembacaan kembali sajak-sajaknya akan selalu menggugah dinamika di dalam kehidupannya.
Yasraf Amir Piliang, yang memberikan Kata Penutup dalam buku ini, mengatakan bahwa puisi-puisi Soni Farid Maulana ini sarat dengan ajakan refleksi dan kontemplasi tersebut, yaitu ajakan memahami makna hidup, di dalam dunia masa kini yang semakin jauh dari tanda-tanda ketuhanan. Akan tetapi, pintu gerbang yang dimasuki Soni dalam memahami jejak-jejak ketuhanan tersebut adalah pintu gerbang “ci…
Puisi karangan Susilo Bambang Yudhoyono ini mengungkapkan kerisauan sekaligus kedamaian, kegundahan dan harapan, juga sekaligus keyakinan akan kebenaran langkah pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negeri tercinta ini.