Buku ini mengulas praktik perjalanan ibadah haji masyarakat Nusantara pada 1482–1890, menyoroti dinamika sosial, budaya, dan politik yang menyertainya berdasarkan sumber sejarah dan manuskrip klasik.
Buku ini membahas perjalanan dan penyelenggaraan ibadah haji masyarakat Indonesia periode 1900–1950, mengungkap perubahan kebijakan kolonial, transportasi, dan dinamika sosial keagamaan berdasarkan sumber sejarah.
Buku ini meneguhkan peran dan kiprah para Menteri Agama Era di dalam mendesain, menentukan dan mengambil kebijakan-kebijakan strategis, serta menjalankan sistem pemerintahan di Kementerian Agama, melalui program-program pemberdayaan dan keberpihakan pada kepentingan kehidupan seluruh umat beragama di Indonesia.