Buku ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh dan menyeluruh atas permasalahan banjir di Jakarta, termasuk upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sekaligus juga berupaya memberikan wawasan kepada para pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan, karena dalam buku ini juga ada pertanyaan-pertanyaan dan keluhan warga di Kelurahan Kampu…
A.M. Fatwa merupakan saksi sejarah babak hitam orde baru. Hanya karena berbeda pendapat dengan pemerintah dan disangka konseptor Lembaran Putih Petisi 50 untuk kasus Tanjung Priok (1984), ia dituduh melakukan tindakan subversif. Majelis hakim menghukum Fatwa dengan hukuman 18 tahun. Buku ini berisi surat-surat Fatwa kepada para tokoh penting pada saat itu.
Reformasi yang mulai bergulir pada 1998 mengamanatkan amandemen UUD 1945. sejak itu, sudah mengalami perubahan dalam empat tahapan melalui Sidang Umum MPR 1999, Sidang Tahunan MPR 2000, 2001, dan 2002, dengan tetap mempertahankan keaslian Pembukaan UUD 19
Kumpulan khutbah ini memberikan kepada kita gambaran bahwa khutbah bisa tampak begitu ilmiah bahkan mirip dengan penyampaian makalah seminar, penuh dengan rujukan Al-Quran, As-Sunnah serta juga nukilan dari para ulama serta para ahli yang pakar dalam bidang yang relevan. Khutbah-khutbah A.M. Fatwa jelas sekali adalah khutbah yang sangat lugas, tegas dan menggugah, suatu hal yang tentu dimaksudk…
Partai Amanat Nasional yang lahir dari rahim reformasi tidak bisa dilepaska dari sejarah bangsa Indonesia. Spirit PAN adalah spirit pembaharuan. Identitas PAN adalah akhlak politik atau moral agama, nilai kemanusiaan dan pluralitas serta bersifat tebuka dan mandiri.
Buku ini bukan saja menganalisis Peristiwa Tanjung Priok dari beberapa versi yang ada, tetapi juga melaporkan tarikan-tarikan politik era transisi tersebut hingga keluarnya putusan tingkat pertama Pengadilan HAM Ad Hoc Tanjung Priok. Dalam kesaksiannya A.M. Fatwa berupaya mendudukkan peristiwa Priok secara proporsional dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik di masa depan.
Buku saku ini diterbitkan untuk mengenang Mr. Sjafruddin Prawiranegara (1911-1989) sebagai sosok yang berani dalam mengambil keputusan dan tanggung jawab di saat-saat kritis, dalam bentuk kumpulan tulisan mengenai beliau.