After an eloquent and moving analysis of what he sees as the disillusion of themodern age, Lippmann posits as the central dilemma of liberalism its inability to find an appropriate substitute for the older forms of authority-- church, state, class, family, law, custom--that it has denied. Lippmann attempts to find a way out of this chaos through the acceptance of a higher humanism and a way of …
Tiga makalah pertama dalam volume ini awalnya dipresentasikan kepada sebuah pertemuan kelompok ekonom, sejarawan, dan filsuf sosial internasional yang selama beberapa tahun telah bertemu secara teratur untuk membahas masalah pelestarian masyarakat bebas melawan ancaman totaliter. Salah satu topik diskusi pada pertemuan Masyarakat Mont Pelerin yang diadakan di Beauvallon di Perancis pada bulan S…
Buku ini didasarkan pada tiga ceramah tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan pembentukan persatuan ekonomi antara negara-negara berdaulat dalam kondisi dunia modern. Mereka dikirim pada musim panas 1952 di Universitas Chicago di bawah naungan Yayasan Charles R. Walgreen untuk Studi Lembaga Amerika. Tiga bab membahas kemungkinan peningkatan standar hidup dengan pembentukan pasar tunggal …
Ketika Lenin memimpin orang-orang Rusia yang tersiksa perang ke dalam Revolusi Oktober, dia juga membawa mereka keluar dari garis utama evolusi demokrasi Barat. Revolusinya, dan sistem baru ideologi dan kekuatan yang dia bangun di atasnya, membuat jurang yang dalam antara rezim Bolshevist dan tradisi liberal Eropa Barat dan Amerika Utara. Konsekuensi dari keretakan yang mendalam ini telah tumbu…
Isi faktual mata kuliah sejarah rata-rata diatur secara kronologis; misalnya, materi yang berkaitan dengan tahun 1860-an dibahas sebelum tahun 1870-an dimulai. Setelah menyelesaikan proses semacam itu, seorang mahasiswa mungkin memiliki gambaran umum tentang apa yang terjadi selama era tertentu, tetapi tujuan sebenarnya dari studi sejarah belum tercapai. Pembelajaran sejarah tidak akan membuahk…
Buku cetakan ketiga ini telah mengalami proses peninjauan kembali, perbaikan, dan tambahan dari buku sebelumnya. Selebihnya buku ini merupakan pengantar ilmu hukum berupa uraian-uraian, tetapi bukan meruapakn suatu studi keilmuan yang mendalam.
Buku ini memuat kuliah-kuliah yang merupakan penyempurnaan dari catatan-catatan yang dibuat dalam persiapan untuk perkuliahan dan karena itu dicetak sebagaimana telah diucapkan, kecuali di beberapa tempat diadakan perubahan dikit supaya lebih tepat kata-katanya, yang disampaikan oleh Mr. Hensel, seorang ahli hukum terkemuka, yang merupakan kawan dari penulis buku ini.
Penulis buku ini berpendapat bahwa orang tak akan dapat menetapkan dan mengurus soal-soal pendidikan dan pengajaran dalam detail-detailnya secara definitif, oleh karena hal-hal itu semua-semuanya acapkali masih serba bergerak, berubah, dan berganti-ganti.
Buku ini memberikan penjelasan bagaimana cara dan keadaan yang telah dapat diusahakan oleh Indonesia dalam Pameran Colombo itu semoga dapat memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia seluruhnya.
Buku ini memuat serangkaian peraturan kepegawaian terkait hak dan kewajibannya yang saling timbal-balik.
Buku ini sebagian besar disusun berdasarkan catatan-catatan selama penulis mengajarkan Sejarah Kebudayaan Indonesia pada Sekolah Menengah Atas di Jakarta, yang bahan-bahannya diambil dari buku-buku yang telah ada.
Tulisan ini membeberkan beberapa fakta sejarah mengenai penyelewengan/pengkhianatan/penggelapan keadilan dan kebenaran dari Orde Lama hingga memuncak pada gerakan pemberontakan kontra revolusi GESTAPU/PKI dkk, serta kisah kejadian peristiwa pemberontakan PKI-Musso Madiun pada bulan September 1948, karena PKI pada tahun tersebut adlaah sama dengan pKI pada tahun 1965 dan seterusnya.
Buku ini memuat isi Seminar Non-Blok ke-II di Jakarta yang dibahas oleh sejumlah tokoh. Sebagai bahan pelengkap, terdapat pula pidato para mantan presiden terkait Gerakan Non-Blok.
Buku ini merupakan naskah pidato Mr. Dr. Hazairin yang diucapkan pada pelantikannya sebagai guru besar dalam Hukum Adat dan Hukum Islam pada Universitiet Indonesia di Djakarta pada 13 September 1952.
Buku ini mempersoalkan bagaimana ciri-ciri sistem tukar-menukar dipandang dari berbagai segi, serta peranan uang di dalam sistem tukar-menukar.
Buku ini di antaranya memuat "drama" besar dari kemenangan manusia atas keadaannya dengan mengatasi dan melawan penyakit, kelaparan, kebodohan, dan keburukan, serta pengalaman sejarah yang telah menetapkan hukum tentang kemerdekaan dan perbudakan, dan bahwa orang tidak dapat ditahan dalam kemajuannya untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.
Buku ini menceritakan mengenai perjuangan para pelajar Bondowoso dalam menghadapi Agresi Militer Penjajah 21 Juli 1947
Penerbitan buku ini disusun secara kronologis dan dibagi ke dalam 2 (dua) bagian besar. Pertama ialah bagian umum yang memuat peraturan serta putusan-putusan Menteri Perburuhan, tentang perkembangan organisasi Kementerian Perburuhan. Bagian kedua memuat Undang-Undang, peraturan-peraturan, putusan-putusan, serta pengumumna-pengumuman Menteri Perburuhan mengenai persoalan-persoalan buruh di Indon…
Buku ini menyajikan keterangan berupa angka statistik yang memberi gambaran terkait kegiatan sensus.
Buku cetakan kedua ini tidak hanya memperlihatkan hasil pertumbuhan gerakan koperasi di Indonesia, tetapi juga hasil dari apa yang dilihat dan dipelajari penulis di luar negeri terkait perkembangan koperasi.