Tidak tercapainya konsensus dalam menciptakan sudut pandang yang sama diantara para jajaran organisasi yang melakukan perbaikan dan perubahan adalah penyebab utama terjadinya kesalahan yang dalam intensitas tertentu berdampak pada matinya organisasi. Selain itu banyak organisasi yang tidak sukses sering melemparkan program perubahan baru.
Edisi pertama buku ini yang terbit dua tahun setelah Reformasi tahun 1998 menganalisis dampaknya dengan bertolak dari fakta keaneka-ragaman "masyarakat Indonesia" dan kebudayaannya yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. Buku ini membedah keaneka-ragaman itu dari berbagai dimensi, serta memaparkan tantangan domestik maupun global yang Indonesia masih akan terus hadapi dan harus mengatasinya.…
Lahir sebagai cucu Bung Karno dan anak Megawati Soekarnoputri memang salah satu fondasi kuat yang membentuk Puan Maharani menjadi sosok yang kita kenal sekarang, tapi ada banyak sisi lain dalam diri perempuan yang keluarganya berasal dari berbagai suku di nusantara ini. Meski awalnya enggan memasuki dunia politik dan memilih fokus mengurus keluarga, ternyata panggilan darah politik yang mengali…
In Indonesia: Social and Cultural Revolution, Sutan Takdir Alisjahbana presents what he describes as “a contemplation of Indonesian life.” Written in the form of essays rather than a systematic sequence of chapters, the book focuses on three central themes. First, it examines Indonesian culture and its adaptation to the modern world. Second, it bears autobiographical elements, as the author…
Mengetengahkan perjalanan Kebudayaan Masyarakat Indonesia, mulai dari masa primitif, pengaruh Hindu, pengaruh Islam, hingga budaya modern saat ini. A complete account of the development of Indonesian people and culture, from the era of antiquity to the present.
Buku Studi Budaya di Indonesia ini menyajikan materi dengan bahasa yang sederhana, padat, dan mudah dicerna sehingga menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen dan masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan informasi dan mendalami masalah kebudayaan nusantara Indonesia. Buku ini terdiri atas 6 bab. Bab tersebut diantaranya membahas seputar identitas kebudayaan Nasional, penguatan budaya lokal nusant…
judul asli : LE CARREFOUR JAVANAIS
Di masa krisis seperti sekarang ini, transparansi sering kali hanyalah masalah bisa bertahan di dunia penuh persaingan. Apa yang sebenarnya dipertanyakan ketiga penulis buku ini? Apa yang dijanjikan transparansi? Apa risikonya? Dan mengapa transparansi begitu penting hingga setiap pemimpin wajib untuk memahaminya? Warren Dennis, Daniel Goleman, dan James O’Toole memaparkan apa arti menjadi pe…
Buku Ini merupakan hasil riset dan cerminan masyarakat adat Kasepuhan di Aras Lokal juga turut disertakan. Sebagaimana Yang Sudah Saya Baca, Tulisan Ini Juga Telah Dilakukan Secara Observasi, Termasuk Pendalaman Melalui Penelitian Empiris, Melihat Ilustrasi Secara Riil Dalam Relasi Sosio-politik, Sosio-budaya, Dan Seterusnya. Seperti Yang Sudah Disebut Di Awal, Tulisan Ini Telah Digagas Secara …
Riset ini berupaya mengungkap makna serta mendeskripsikan alasan-alasan apa di balik berbagai bentuk wujud solidaritas yang bisa ditampilkan di antara mereka. Oleh sebab itu, riset ini menggunakan paradigma fakta sosial yakni kenyataan empirik yang bersifat material ataupun nonmaterial tetapi mengatasi individu untuk kemudian mempertanyakan (akibat, konsekuensi atau efeknya) terhadap fakta sosi…
Polandia, negara yang mengibarkan bendera berwarna merah putih seperti Indonesia, tetapi dengan desain yang berbeda, terletak di jantung Eropa. Negara ini terbentang di antara pegunungan, hutan, serta bukit, dan berjarak sejauh 13.000 kilometer dari Indonesia. Polandia dihuni hampir 40 juta orang. Di bagian barat, Polandia berbatasan dengan Jerman dan di bagian timur berbatasan dengan Ukraina d…
Buku ini berisi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pengajuan Kebudayaan sesuai dengan yang diundangkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 104, dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6055.
Buku Kenang-Kenanganku di Malaya ditulis secara khusus sebagai ungkapan kasih sayang Buya Hamka terhadap Malaya. Rasa cinta yang ia sampaikan digambarkan sebagai cinta yang tulus, tanpa pamrih, dan setara dengan kecintaannya terhadap tanah air Indonesia. Karya ini tidak hanya merekam pengalaman pribadi, tetapi juga memuat refleksi kebudayaan dan kebangsaan yang mendalam. Pokok-pokok pemikira…
Multiliterasi adalah keterampilan menggunakan beragam cara untuk menyatakan dan memahami ide-ide dan informasi dengan menggunakan bentuk-bentuk teks konvensional maupun teks inovatif, simbol, dan multimedia. Buku ini adalah upaya tersebut. Menulis menjadi bagian dari upaya sadar dan terencana dalam merawat ingatan dan mengkonstruksi gagasan. Ada beragam tema di dalamnya di antaranya: Literasi …
Ia mendapat julukan “Elang”. Tatapan matanya tajam, fokus, dan detail menghadapi segala persoalan. Gerakannya cepat langsung menohok sasaran dengan tepat tanpa basa basi. Cengkramannya kuat, mengakar pada prinsip hidupnya yang penuh kedisiplinan. Ia mampu terbang tinggi, meliuk-liuk diangkasa menghadapi gempuran angin yang datang dari segala penjuru, kepakan sayapnya begitu elegan. Performa…
Buku ini menyajikan pemikiran tentang bagaimana membangun komunikasi yang harmonis dalam keberagaman etnis dengan komunikasi antar budaya. Keberagaman sebagai sumber kekayaan yang tak ternilai dalam peradaban manusia dapat diselaraskan dengan melalui pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan budaya tersebut dengan menghormati akar-akar yang membentuk identitas masing-masing. Kompleksitas ko…
Buku ini menguraikan dengan komprehensif riwayat rahasia dagang dari masa ke masa dan dari negara ke negara maju dan negara-negara dunia ketiga berkenan dengan hak atas kekayaan intelektual di mana salah satunya adalah mengenai rahasia dagang.Bahwa UU Rahasia Dagang nantinya akan mendapat sambutan hangat dari masyarakat industri karena mereka telah mengakui eksistensi Rahasia Dagang tersebut. N…
Perubahan sosial yang besar akibat modernisasi dan globalisasi, di satu sisi, membuka kesempatan bagi masyarakat Jawa untuk berkembang maju, namun di sisi lain perubahan yang terlalu cepat membawa risiko bagi lunturnya nilai luhur kebudayaan. Perkembangan industri komunikasi di era industri 4.0 menghantarkan kepada desa buana yang menjadikan warga dunia saling terhubung secara intensif serta ke…