Konsep parlemen bikameral dalam sejarah politik ktatanegaraan di Indonesia kerap berataut atau dikaitkan dengan negara federal. Sebuah simplikasi dan penyesatan tak terampunkan karena dalam realitas historisnya sebuah negara yang menerapkan parlemen bikameral secara utuh tak serta merta harus berbentuk federal.
Buku ini mengevaluasi, menganalisis, dan menilai realitas parpol dan sistem kepartaian era reformasi. Atas dasar itu pula tim penyusun buku sekaligus mencoba merumuskan arah penataannya ke depan, sudah tentu dalam konteks sistem demokrasi presidensial sebagaimana telah diamanatkan oleh konstitusi hasil amandemen. Namun demikian, sebelum sampai pada analisis, penilaian, dan usul rekomendasi peru…
Buku ini ditulis berdasarkan hasil penelitian dengan judul Evaluasi Fungsi Pengawasan DPR RI Era Reformasi pada 2011 yang dilakukan oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI. Pembahasan buku ini difokuskan pada penggunaan hak interpelasi, angket, dan menyatakan pendapat oleh DPR sejak 1999 sampai dengan 2011.
Pada era reformasi ini, partai politik kerap dirundung oleh persoalan konflik internal dan perpecahan partai. Partai-partai berpengaruh yang memiliki kursi di parlemen nasional, tanpa terkecuali, pernah mengalami konflik. Konflik internal partai itu, bahkan beberapa di antaranya berujung pada keretakan dan pembentukan partai-partai baru. Situasi ini tentunya amat disayangkan mengingat partai me…
Pemilu 2019 untuk pertama kalinya diselenggarakan dengan skema serentak. Dalam skema ini, pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden dilaksanakan dalam waktu bersamaan. Skema ini berbeda dengan skema pemilu-pemilu sebelumnya di era reformasi, yakni pemilihan legislatif pelaksanaannya mendahului pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden. Dengan skema keserentakan…
Menyebut nama Megawati, Prabowo, Gus Dur, Amien Rais, dan Surya Paloh saja sudah cukup untuk membayangkan partai-partai politik yang mereka wakili. Pada era reformasi, identitas individu para elite politik sangat kuat melekat pada partai masing-masing. Ketua umum atau tokoh dengan posisi strategis tidak hanya berperan sebagai pemimpin sekaligus pengelola partai, tetapi juga menjadi citra atau w…
Pada edisi kedua ini terdiri dari 9 bab. Bab I dan II, membahas sejarah terminologi yang umum dikenal di barat maupun di Indonesia sendiri. Bab III, IV, dan V, adalah langkah-langkah metodis dengan masalah metodologis, teoritis dan filosofis yang dihadapi dalam penelitian sampai kepada penulisan sejarah. Bab VI dibahas sejumlah ilmu Bantu. Bab VII tentang posisi sejarah. Bab VIII sejumlah conto…
Buku Membongkar Kegagalan CIA ini diramu Tim Weiner dengan mempelajari 50.000 arsip CIA, wawancara mendalam dengan ratusan veteran CIA, dan pengakuan sepuluh direkturnya. Disajikan dengan gaya bertutur mengalir. Tim Weiner, bagaikan penulis thriller, menempatkan diri sebagai seorang tukang cerita kelas wahid.
Buku ini menganalisis problematik format baru relasi Presiden-DPR pasca-amandemen konstitusi yang terperangkap konflik. Perspektif teori yang melatarinya adalah asumsi Juan J. Linz (1994) bahwa sistem demokrasi presidensial merupakan pilihan berisiko karena cenderung menghasilkan instabilitas dibandingkan sistem parlementer, serta asumsi Sott Mainwaring (1993) bahwa kombinasi presidensial dan s…